Subscribe

Powered By

FLIGHT SUMMER

Minggu, 28 Desember 2008

Bahkan Seorang Anak Berusia 7 Tahun Melakukan Yang Terbaik Untuk....

Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki2 berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.

Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.

"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya. "Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia". "Kau tidak perlu menyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. "Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya."

Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.

Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. "Pelatih", panggilnya. "Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?"

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.

"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. "Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu." Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.

Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. "Pertandingan yang sangat mengagumkan," katanya kepada Luke. "Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?"

Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata "Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu. Minggu lalu,......Ibuku meninggal." Luke kembali menangis.

Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata "Hari ini,.......hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka.......". Luke kembali menangisterisak-isak.

Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak.....

Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya............Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya........

Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya...............

Hikmah yang dapat kita renungkan dari kisah Luke yang HANYA berusia 7 TAHUN :

Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik untuk membahagiakan ayah & ibu kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan utk ayah & ibu, dgn mengisi hari-hari mereka dgn kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi & hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur untuk membuat mereka bangga dgn kita. Bukannya melakukan perbuatan2 tak terpuji, yang membuat mereka malu. Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya. Bagaimana dengan Anda ?

Berapakah usia Anda saat ini ?
Apakah Anda masih memiliki kesempatan tersebut ? Atau kesempatan itu sudah hilang untuk selamanya.........?
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga Anda, famili, teman2, rekan2kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, pelanggan, serta siapa saja yang Anda temui.

Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini. PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini. KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun. KETIGA, tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, tetapi tidak melakukan apapun. KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, lalu segera bergerak aktif untuk lebih memperhatikan kedua orangtuanya dan menjadi seorang anak yang lebih berbakti.

Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil menyadarkan seseorang akan betapa pentingnya orangtuanya. Bayangkan kebahagiaan seorang anak yang bersyukur bahwa ayah dan ibunya masih hidup, lalu berusaha membahagiakan mereka. Lalu orangtuanya yang begitu bahagia mengetahui bahwa anaknya juga begitu mencintainya, seorang anak yang berbakti. Kebahagiaan ini lebih berharga daripada tumpukan emas permata. Mereka sungguh beruntung dengan KEHADIRAN ANDA di dunia ini, yang BERMURAH HATI untuk menyebarkan kisah ini.

Ayah, Ibu, Ketahuilah, Saya Juga Mencintaimu Dengan Segenap Jiwa Ragaku.............
"Seseorang tidak hanya berhak tetapi juga punya tugas untuk berbahagia dan sukses"

Dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women" karangan "Karen Kingsbury"

Ketika Cinta Harus Memilih


Tidak semua perjalanan menuju ke jenjang pernikahan mulus, awalnya ada perbedaan persepsi/pandangan antara keinginan anak dan keinginan orang tua, sehingga tak jarang pernikahan yang akan diarungi membutuhkan perjuangan. Bagaimana pernikahan itu dapat diwujudkan, merupakan keputusan yang harus dipikirkan masak-masak oleh seorang muslimah karena menyangkut aspek diri dan keluarganya.

Hal di atas bisa terjadi disebabkan sudut pandang antara anak dan orang tua tidak sejalan, mungkin akibat pola asuh orang tua yang tidak membiasakan keterbukaan sehingga anak tertutup, takut berkomunikasi sehingga dirasakan enak untuk menyampaikan keinginan masing-masing, kurangnya pengetahuan agama masing-masing pihak, dan lain-lain. Kita lihat perbedaan pilihan keputusan dua orang akhwat di bawah ini dalam menyikapi orang tuanya.

Nina (19 tahun), baru duduk di bangku awal kuliah. Ia memilih memutuskan akan nikah diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua, mengikuti ajakan teman kuliahnya. Mereka memperkirakan pernikahan tersebut pasti ditentang orang tua karena masih sama-sama kuliah dan tergantung pada biaya orang tua.

Lain lagi sikap Tia (23 tahun), masih kuliah semester akhir. Walaupun ia ingin mewujudkan keingnannya untuk menikah, ia merasa harus bersikap lebih adaptif dengan orang tua. Masih mencoba untuk menyampaikan pandangannya tentang status/kemampuan calonnya. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa mencoba terlebih dahulu terbuka pada orang tua dengan menyampaikan sebijak mungkin dan dengan segala sikap hormat.

Ada masa pendekatan kepada orang tua, sambil mengisinya dengan instropeksi diri serta mencari celah dalam mencari jalan keluarnya agar terwujud niat nikah untuk ibadah sekaligus berbakti kepada orang tua. Sehingga semuanya akan bernilai ibadah. Tertundanya pernikahan dapat digunakan untuk instropeksi kesiapan masing-masing calon. Ikhlas menunda pernikahan untuk menunggu restu orang tua sampai selesai kuliah sambil menghindari perzinahan, tampaknya merupakan pilihan yang tepat.
Bakti Kepada Orang Tua

Sadarilah, keputusan apaun yang Anda tempuh, akan terdapat risiko di dalamnya. Al Qur'an dan sunnah telah menggariskan bahwa setiap anak harus selalu berbakti kepada orang tua, apapun kondisi dan hubungannya dengan mereka. Betapa tingginya kedudukan orang tua di hadapan Allah. Allah menjadikan berbuat baik (ihsana) kepada keduanya setelah kedudukan iman dan beribadah kepada-Nya. "Sembahlah Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan berbuat baiklah kepada orang tua..." (QS. An Nisa : 36).

Al Qur'an menggunakan kata ihsana sebanyak lima kali dalam konteks berbakti kepada orang tua, QS. Al Baqarah [2] : 83, An Nisa [4] : 36, Al An'am [6] : 151, Al Isra [17] :23 dan Al Ahqaf [46] : 15 dan menggunakan kata husn sekali dalam QS. Al Ankabut [29] : 8 untuk menggambarkan kewajiban anak kepada ibu bapaknya. Kata husn mencakup segala sesuatu yang menggembirakan dan disenangi . Dirumuskan oleh pakar kosakata, Al Raghib Al Asfahani, ihsaan memperlakukannya (orang tua) lebih baik dari perlakuannya terhadap Anda, memberi lebih banyak daripada yang harus Anda beri dan mengambil lebih sedikit daripada yang seharusnya Anda ambil.

Kemudian seorang anak dituntut untuk berbicara kepada orang tuanya dengan kata-kata yang oleh Al Qur'an dinamai 'karima'. "Wa qullahumaa qaulan karima' (QS. Al Isra [17] : 23). Menurut pakar-pakar bahasa, kata ini mengandung makna yang mulia (terbaik sesuai objeknya). Bila karima dikaitkan dengan akhlak terhadap orang lain, maka ia bermakna pemaafan.

Segala macam yang terbaik dan termulia harus menghiasi setiap kata yang diucapkan kepada orang tua. Kalaupun seandainya orang tua melakukan suatu kesalahan kepada anak, kesalahan itu harus dianggap tidak ada dan dimaafkan, karena tidak ada orang tua yang bermaksud buruk kepada anaknya. Demikian makna karima yang dipesankan ketika seorang anak menyampaikan sesuatu kepada orang tuanya.


Aturan Nikah

Pernikahan harus segera dilaksanakan apabila takut tergelincir pada perzinahan sambil tetap mewujudkan harapan orang tua (menyelesaikan kuliah) agar orang tua tidak kecewa. Caranya, minimal anak terikat hukum agama terlebih dahulu lewat pernikahan. Yang perlu diperhatikan, jangan sampai kedua-duanya terhambat atau berantakan (baik kuliah ataupun nikah).

Alternatif lainnya adalah seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, "Hai golongan pemuda, barangsiapa di antara kamu ada yang mampu menikah (untuk membelanjai), hendaklah ia menikah, karena itu akan lebih menjaga pandangan dan akan lebih memelihara kemaluan, dan barangsiapa belum mampu kawin, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu ibarat benteng/perisai". (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga pergaulan, jangan sampai mendekati perzinahan (QS. Al Isra : 32), yaitu dengan menjaga pandangan, menjaga fariji, menjaga aurat, (QS. An Nur [24] : 30 - 31), tidak bersentuhan dengan yang bukan muhrim (HR. Bukhari), tidak berkhalwat/berdua-duaan (HR. Ahmad), tidak bepergian kecuali dengan muhrimnya (HR. Bukhari dan muslim).

Orang tua akan merasa sedih bila tidak mengetahui anaknya menikah. Anak perlu menghargai perjuangan orang tua yang telah belasan tahun membesarkan, membiayai kuliah, dan lain-lain. Sangat disayangkan bila pernikahan yang bertujuan positif yaitu untuk menghindari zina, tapi berdampak durhaka kepada orang tua.

Beban mental pasti akan dirasakan oleh pasangan yang tidak mendapat restu dari orang tua. Misalkan pada saat susahnya melahirkan anak, akan tergambar dalam benak seorang anak tentang perjuangan ibunya dahulu, "Ibunya telah mengandungnya dalam keadaa nlemah yang bertambah-tambah dan meyapihnya dalam dua tahun". (QS. Luqman [31] :14). Ternyata, betapa panjang dan banyaknya pengorbanan sebagai orang tua.

Mengenai menikah diam-diam tanpa dihadiri wali yang sah dari seorang muslimah, Islam menggariskan sejumlah ketentuan berikut :

Seorang wanita tentunya akan dinikahkan oleh walinya sebagaimana keterangan hadits "Dari Abu Musa, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : "Tidak sah nikah tanpa wali". (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Hakim serta dishahihkan oleh keduanya). Hadits ini secara tegas mengatakan bahwa pernikahan yang dilakukan tanpa wali tidak sah. Adapun syarat-syarat wali ialah merdeka, berakal sehat, dewasa/baligh, dan beragama Islam.

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa kaum wanita tidak boleh menikahkan dirinya sendiri atau orang lain. Jadi, pernikahan yang diwalikan oleh wanita sendiri adalah tidak sah. Firman Allah SWT, "Dan janganlah kamu nikahkan wanita-wanita mukminat dengan pria-pria musrik sebelum mereka beriman". (QS. Al Baqarah [2] : 2210. Kandungan ayat tersebut adalah bahwa Allah menyerahkan perkara pernikahan kepada pihak pria dan bukan kepada kaum wanita.

Siapakah wali itu? Jumhur ulama seperti Malik, Tsauri, Laits, dan Syafi'i, berpendapat bahwa wali dalam pernikahan adalah ahli waris dari jalur ayah. Syafi'i berkata, "Nikah seorang wanita tidak dapat dilakukan, kecuali dengan pernyataan wali qarib (dekat). Jika ia tidak ada, dengan wali yang jauh. Dan jika tidak ada, dengan hakim.

Urutan wali menurut Syafi'i, sebagai berikut : Ayah, kemudian kakek, kemudian saudara laki-laki sekandung, kemudian saudara laki-laki ayah (paman), kemudian anak laki-laki paman, kemudian anak laki-laki dari saudara laki-laki, kemudian hakim.

Akhirnya, yakinlah bahwa niat yang baik dan ditempuh dengan jalan/metode yang benar sesuai aturan Al Qur'an dan sunnah, akan membuahkan hasil berupa dimudahkannya pernikahan Anda atas ridha-Nya. "... Siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah akan memberinya jalan keluar dari kesulitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tidak diduga. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya..." (QS. Ath Thalaq [65] : 2 - 3). (dt)

Wallahu A'lam Bishshawab.

Kota Tepian Air dalam Bahaya Iklim Terburuk di Tahun 2012

KabarIndonesia - Sepatutnya kita merenung, berfikir, dan mengkaji: kenapa alam jadi kronis, hancur berantakan. Manusia mengeksploitasi alam dengan rakus dan tamak, bak harta warisan nenek moyangnya.

Ulah manusia, aktivitas manusia, keserakahan manusia, dan kebodohan manusia membuat alam nirwana menjadi neraka. Kezaliman (oknum) manusia yang berideologi kapitalis, komunis, maupun agamis, telah memborbardir bumi di barat, timur, utara, dan di selatan,. Sama saja, sama-sama tidak berbudi terhadap alam.


Selain itu, ada pula satu jenis gas buatan tangan manusia yang didaulat membuat nyaman ummat, namun setelah diproduksi besar-besaran dan menguntungkan negara industri, ternyata membuat petaka.

Gas chlorofluorocarbons (CFC) namanya, menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2, penyebab rusaknya lapisan ozon. Lalu tiba-tiba para pemimpin dunia dan para ahli kaget, karena Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan: Hampir semua es di Kutub Utara akan lenyap pada akhir musim panas 2012. Artinya dunia bakal kiamat. Nah lho.

Prediksi yang amat buram
Bumi dipijak rasa beban, langit dijunjung rasa runtuh alias dunia seperti kiamat. Bagaimana tidak. Pasalnya, mencairnya es saat ini berjalan jauh lebih cepat dari model-model prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan sebelumnya. Beberapa prediksi awal yang pernah dibuat memperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100.

Tetapi data es tahunan yang tercatat hingga tahun 2007 membuat mereka berpikir ulang mengenai model prediksi yang telah dibuat sebelumnya. Para ilmuwan mengakui bahwa ada faktor-faktor kunci yang tidak mereka ikutkan dalam model prediksi yang ada. Dengan menggunakan data es terbaru, serta model prediksi yang lebih akurat, seorang Zwally, telah menggemparkan dunia.

Biang Keladi: CFC dan gas rumah kaca Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”.

Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya, agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat. Dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik, karena memiliki panas matahari yang cukup.

Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -320 Celcius.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC).

Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini, karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbeda-beda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metan menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2.

Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

Pertanyaan kita, apakah kaum industrialis yang memproduksi CFC ikut menanggung beban kehancuran bumi? Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan punya efek domino yang mengerikan.

Siapa yang seharusnya paling bertanggung jawab atas terjadinya pemanasan global ini? Hingga saat ini negara-negara maju masih mendominasi emisi karbon, meski penduduk mereka hanya 15% dari penduduk dunia.

Amerika Serikat, misalnya, meskipun pangsanya terhadap dunia secara persentase menurun, secara absolut sebenarnya terjadi peningkatan 25%. Lihat juga Rusia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Inggris. Mereka memiliki emisi karbon/kapita yang jauh di atas negara-negara dunia ketiga. Untuk dunia ketiga memang Cina dan India masih dominan.

Kenaikan tertinggi terjadi di Cina, yang dalam kurun waktu 1990-2004 naik dari 2399 metrik ton menjadi 5007 metrik ton atau naik 109%. Emisi karbon perkapitanya 3.8 ton karbon/kapita. Begitu pula India, kurun 1990-2004 secara absolut terjadi kenaikan sebesar 97%, meski pangsanya terhadap dunia hanya naik sekitar 25%. Mengingat jumlah penduduknya yang tinggi, menyebabkan emisi karbon kapita hanya 1.2 ton karbon/kapita tahun 2004. Sementara itu, Indonesia hanya kontribusi 1.3% tahun 2004.

Defakto 1: melelehnya es di dua kutub bumi
Baru-baru ini sebuah fenomena alam kembali menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini. Pada tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) di Antartika runtuh.

Menurut peneliti, bongkahan es berbentuk lempengan yang sangat besar itu mengambang permanen di sekitar 1.609 kilometer selatan Amerika Selatan, barat daya Semenanjung Antartika. Padahal, diyakini bongkahan es itu berada di sana sejak 1.500 tahun lalu. “Ini akibat pemanasan global,” ujar ketua peneliti NSIDC Ted Scambos.

Menurutnya, lempengan es yang disebut Wilkins Ice Shelf itu sangat jarang runtuh. Sekarang, setelah adanya perpecahan itu, bongkahan es yang tersisa tinggal 12.950 kilometer persegi, ditambah 5,6 kilometer potongan es yang berdekatan dan menghubungkan dua pulau. “Sedikit lagi, bongkahan es terakhir ini bisa turut amblas. Dan, separo total area es bakal hilang dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Scambos.

Pemanasan Global berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah kutub utara dan kutub selatan. Es di Greenland yang telah mencair hampir mencapai 19 juta ton. Volume es di Artik pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya!

Defakto 2: meningkatnya level paras laut dan dampaknya di Indonesia

Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan berdampak langsung pada naiknya level permukaan air laut (grafik di samping menunjukkan hasil pengukuran level permukaan air laut selama beberapa tahun terakhir). Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair. Level permukaan laut akan naik sampai dengan 7 meter! Cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai, pelabuhan, dan dataran rendah di seluruh dunia.

Bagaimana dengan Indonesia? Kita perlu waspada, karena berdasarkan data Kementerian Pemukiman dan Wilayah dari 516 kota diselurah Indonesia 216 diantaranya merupakan kota tepian air (water-front city) yang berada ditepi laut, sungai dan danau, bahkan banyak kota-kota di Indonesia yang berakar dari aktivitas perdagangannya di atas air seperti kota-kota di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Hilangnya pulau-pulau kecil merupakan ancaman langsung, tidak saja berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi dan ekosistem juga terhadap geopolitik kita, mengingat pulau terluar merupakan pijakan penting dalam menentukan batas wilayah dengan negara lain. Selain kenaikan permukaan air laut, peningkatan suhu air laut juga akan berdampak pada keanekaragaman hayati di wilayah pesisir dan laut.

Secara umum dengan meningkatnya suhu sebesar 1.5-2.50 celcius, maka 20-30% species tumbuhan dan hewan terancam. Untuk ekosistem pesisir dan laut, terumbu karang dan mangrove kini mulai terancam. Akibat El-Nino tahun 1998 saja sekitar 16% karang dunia rusak, antara lain berupa pemutihan (bleaching).

Kini, Indonesia memiliki 50 ribu km2 terumbu karang atau sekitar 18% dari luasan terumbu karang dunia. Namun demikian kerusakan terumbu karang di Indonesia tidak hanya karena faktor iklim, tetapi juga karena pengaruh ulah manusia (antropogenik) baik melalui praktek pengeboman maupun sedimentasi, dan seterusnya.

Berdasarkan Status Lingkungan Hidup Indonesia (2005), kita memiliki 590 spesies terumbu karang. Dengan terumbu karang seluas 50 ribu km2, sekitar 5.83% sangat baik, 25% baik, 36.59% sedang, dan 31.29% rusak. Rusaknya terumbu karang tersebut akan sangat mengganggu kegiatan sosial ekonomi masyarakat, mengingat terumbu karang memiliki fungsi sebagai tempat pemijahan dan bertelur, sehingga sangat mempengaruhi stok ikan.
Bayangkan, sekitar 30 juta nelayan di dunia tergantung pada ikan-ikan karang. Dan, setengah kebutuhan protein dan kandungan gizi untuk 400 juta orang miskin di dunia disuplai dari ikan (UNDP, 2007). Belum lagi nilai ekonomi untuk wisata bahari.

Kenaikan permukaan air laut juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove. Pada tahun 1990-an luas mangrove kita 9.2 juta hektar, dan tingkat kerusakan 57.6%. Rusaknya mangrove akan berdampak pada abrasi pantai karena tidak adanya penahan gelombang.

Begitu pula pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya penyaring polutan, dan berbagai spesies juga hilang. Serta, kegiatan budidaya perikanan tradisional akan terancam dengan sendirinya. Kejadian banjir sepanjang jalan tol bandara beberapa waktu lalu adalah bukti kerugian akibat rusaknya mangrove di pesisir utara Jakarta.

Studi kasus di pulau Jawa.
Sedikitnya ada 63 kabupaten atau kota berada di sepanjang pantai utara dan selatan Pulau Jawa. Jumlah penduduk yang tinggal di sepanjang pesisir Jawa tidak kurang dari 74,9 juta jiwa, atau sekitar 65 persen dari total penduduk Pulau Jawa. Mereka kini terancam banjir rob, erosi, dan intrusi air laut yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Padatnya penduduk itu tidak lepas dari tren pertumbuhan penduduk pesisir Pulau Jawa di era tahun 1990-an hingga 2000-an, terjadi peningkatan sekitar 2,2 persen, atau lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk rata-rata nasional. Contoh yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Pemerintah Kota Semarang membuat daerah tangkapan air di tengah kota yang ternyata hanya bertahan beberapa bulan.

Sedangkan di Jakarta terjadi reklamasi dan pengurukan besar-besaran di kawasan resapan air, yang mengakibatkan banjir rob. Pasang air laut yang menyebabkan banjir rob tingginya bisa mencapai 2-4 meter. Jika peristiwa tersebut dibarengi dengan angin besar (badai), maka potensi terjadi banjir akan lebih besar. Apalagi jika terjadi hujan lebat yang berlangsung lama di daerah hulu.

Hasil analisis beberapa stasiun pasang surut di sejumlah daerah, antara lain Jepara, Jakarta, Batam, Biak, Ambon, dan Kupang selama sembilan tahun, menunjukkan rata-rata muka air laut (sea level rise/SLR) di kawasan tersebut naik sekitar 1-10 mili-meter (mm) per tahun.

SLR mengakibatkan berubahnya fisik lingkungan. SLR, dapat menimbulkan genangan di lahan rendah dan rawa, abrasi, intrusi air laut ke sungai dan air tanah, kenaikan muka air sungai sehingga garis pantai mundur, perubahan pasang surut dan gelombang, serta perubahan endapan sedimen. SLR juga dapat merusak terumbu karang.

Studi kasus di Jakarta.
Pendapat ahli perubahan iklim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Armi Susandi tampaknya bisa membuktikan. Dia meramalkan pada 2050 nanti, 24 persen wilayah Jakarta akan terendam air laut secara permanen. Ramalan Doktor lulusan University of Hamburg itu merupakan buah penelitannya yang dilakukan sejak 2005 di Jakarta, khusus meneliti pengaruh perubahan iklim terhadap ibukota.

Dia melakukan penelitian mengenai pengaruh perubahan iklim di Jakarta dengan menghitung laju kenaikan temperatur di Jakarta dan kenaikan muka air laut. Dosen yang merampungkan tesisnya mengenai perubahan iklim di Max Planck Institute of Meteorology itu, membuat satu model digital yang dapat menyajikan gambar tiga dimensi dari pengaruh penurunan muka air tanah dengan laju kenaikan muka air laut.

Dengan model buatannya itu, Armi meramalkan banjir permanen yang akan mengurangi luas wilayah geografis Jakarta dalam jangka panjang. Armi merancang modelnya itu dengan memasukkan faktor penurunan muka air tanah. Penurunan muka air tanah yang terjadi di Jakarta sudah mencapai angka 0,85 centimeter per tahun. Faktor penyebabnya, penggunaan air tanah oleh warga Jakarta dan maraknya pembangunan gedung pencakar langit di ibukota.

Bandara Soekarno-Hatta akan hilang.
Penurunan tanah di Jakarta sudah terasa akibatnya. Menurutnya, sekitar 40 persen wilayah Jakarta sekarang ini lebih rendah dari permukaan laut. “Kebetulan kawasan itu berada di bagian utara Jakarta,” katanya.

Wilayah itu, tambahnya, kini terancam oleh banjir menahun akibat pasang surut air laut. Sementara kenaikan muka air laut dihitungnya dari mengolah data pencatatan periode ulang pasang surut air laut selama 17,8 tahun. Tren kenaikan muka air laut di wilayah Jakarta mencapai 0,57 centimeter per tahun. Hasilnya mencengangkan. Ternyata laju kenaikan penurunan tanah di Jakarta lebih tinggi dibandingkan dengan naiknya muka air laut.

Peneliti Indonesia yang menjadi salah satu pembicara kunci dalam pertemuan internasional mengenai Global Climate Change di Bali itu, memperlihatkan hasil estimasi banjir permanen yang akan terjadi pada 2050 nanti di wilayah Jakarta.

Air laut secara permanen akan masuk ke dalam wilayah Jakarta sampai sejauh 8 kilometer. Untuk daerah yang rendah nggak bisa diselamatkan lagi. Banjir permanen itu akan merendam wilayah di antaranya Tanjung Priok, Bandara Soekarno-Hatta, Pademangan, Koja, Cilincing, hingga masuk ke Penjaringan.

Armi juga memprediksi 24 persen wilayah di utara Jakarta, (banjir permanen) masuk sampai merendam ke jalan tol di Penjaringan, Tanjung Priok tidak berfungsi lagi, Bandara Soekarno-Hatta pun akan mulai hilang tahun 2035. Itu musibah yang terjadi, andai semua ramalan dari hasil penelitian Armi benar.
Kerugian lainnya yang didera Indonesia

* Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.
* Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi.[1] Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.
* Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
* Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.
* Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah: (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional,[2] dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia[3].

Untung ada Dr. Zwally, ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan: Hampir semua es di kutub utara akan lenyap pada akhir musim panas 2012! Statement-nya diamini oleh banyak ilmuwan dunia yang pro Algore. Prakiraan Zwally setinggi ilmu bak seorang wali (songo) yang membuat shok terapi. Alam terkembang (tak) jadi guru. Kita harus kembali ke khitah, belajar dari alam dan apa yang terjadi didalamnya. Alam sudah krusial, ayoo belajar hidup harmoni dengan bencana! Living harmony with disaster.

Penyebab Lelaki Suka Main "Game" Komputer

Banyak laki-laki senang bermain "game" komputer karena mereka memiliki "hasrat yang sudah berurat-berakar untuk mengalahkan".

Seperti dilaporkan situs berita harian Telegraph, suatu riset mengungkapkan bahwa perbedaan gender mungkin bisa mengungkapkan alasan mengapa laki-laki lebih tertarik main "game" dibandingkan perempuan.

Pemindaian menunjukkan bahwa bermain "game" akan mengaktifkan bagian otak laki-laki yang berkaitan dengan rasa dihargai dan kecanduan.

Makin banyak lawan yang mereka kalahkan dan makin banyak poin yang didapat akan membuat bagian otak itu semakin terangsang.

Sebaliknya, bagian otak itu pada perempuan kurang terangsang oleh permainan Sony PlayStation, Nintendo Wii atau Xbox.

Profesor Allan Reiss dari Pusat Penelitian interdisipliner Ilmu Otak di Universitas Stanford California yang memimpin penelitian itu, mengatakan bahwa perempuan dan laki-laki sama pemahamannya untuk "game" komputer.

Namun, perempuan tidak memiliki neurologi yang sama dengan laki-laki untuk menang.

"Perbedaan gender ini dapat membantu menjelaskan mengapa laki-laki lebih tertarik dan punya kemungkinan besar 'ketagihan' pada video game dibandingkan perempuan," katanya.

"Saya pikir bisa dikatakan bahwa laki-laki cenderung lebih teritorial secara intrinsik. Kita tahu secara historis laki-laki adalah penakluk dan tirani dari spesies kita."

"Kebanyakan 'game' yang sangat populer pada laki-laki adalah dari jenis 'game' teritori dan agresi."

Studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of Psychiatric Research tersebut menerangkan bahwa para ilmuwan memasang kabel pemindai MRI ke beberapa laki-laki dan perempuan yang sedang main "game" video.

Setelah menganalisa data MRI, para peneliti menemukan aktifitas di pusat mesocorticolimbic otak, daerah itu biasanya terkait dengan penghargaan dan kecanduan.

Otak laki-laki otak menunjukkan aktivasi yang lebih besar seiring mereka makin unggul dalam permainan itu. Hal ini tidak terjadi pada perempuan.

Tiga struktur dalam sirkuit rasa dihargai- inti accumbens, amygdala dan korteks orbitofrontal - juga semakin saling mempengaruhi pada laki-laki dibandingkan pada perempuan.

17 Seniman Gelar "Refleksi Ruang dan Waktu"

Sebanyak 17 seniman akan menggelar pameran seni rupa "Refleksi ruang dan waktu" pada Selasa (30/12) di V Art Gallery, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Sebagai peringatan pergantian tahun 2008 ke 2009 ini kami ingin mengajak publik pecinta seni untuk merefleksikan dan merenungkan tentang masa lalu," kata humas V Art Gallery, Nima Hikmawati, Sabtu.

Pada pameran ini, terdapat 17 orang perupa kelas Nasional dan bahkan ada yang kelas Internasional ikut berpartisipasi, diantaranya Adi Gunawan, AS Kurnia, Suatmadji, Arie Daryanto, Nasirun, Laksmi Sitharesmi, Wedhar Royadi dan lain sebagainya.

Seniman yang terlibat adalah seniman yang berangkat dari berbagai seni, misalnya Suatmadji yang menjadi pelopor seni tahun 1970an atau Ronald Manullang dan Haris Purnomo tampil dengan gaya realistiknya.

"Nasirun, Laksmi Sithresmi dan Sigit Santoso dengan kreativitasnya masing-masing, serta generasi seniman muda yang berjaya pada 90an yaitu Jumaldi Afi, Arie Daryanto, Wedhar Riyadi," katanya.

Terkait penyelanggaraan pameran yang diselenggarakan satu hari sebelum pergantian tahun, mampu menjadikan masa lampau sebagai sebuah pelajaran untukmelangkah ke tahun 2009 yang akan dipenuhi berbagai peristiwa politik.

Nima menambahkan pameran tersebut akan dibuka oleh Rektor Institut Kesenian Indonesia (ISI) Yogyakarta, Soeprapto Soedjono pukul 19.30WIB.

"Kami berharap pameran ini dapat menjadi tonggak baru bagi seni rupa Indonesia untuk bergerak lebih maju di tahun mendatang," katanya.

Kunci Keberhasilan Tekan Golput di Tangan Parpol Islam

Penguatan fenomena "golongan putih" (golput) yang menimbulkan kegalauan sejumlah pihak menjelang Pemilu 2009 tidak dapat dilepaskan dari kekecewaan publik pada kinerja partai-partai politik (parpol) Islam, kata akademisi Muslim Indonesia di Universitas Queensland (UQ), Akhmad Muzakki.

Untuk menekan jumlah mereka tidak memilih dalam Pemilu 2009 itu, politisasi agama dengan mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa "golput haram" bagi Muslim bukan solusi. "Mestinya ketika terjadi penguatan golput, partai-partai Islam mengaca diri supaya tahu apa yang salah pada dirinya," katanya.

Kepada ANTARA di Brisbane, Minggu, dosen IAIN Surabaya yang sedang merampungkan studi doktornya di UQ itu mengatakan, tidak ada kata terlambat bagi parpol-parpol Islam untuk "mempercantik diri" di depan publik dengan kinerja dan program-program yang merakyat dan pro pada penciptaan pemerintahan yang bersih.

"Dengan cara begitu golput dengan sendirinya akan semakin mengecil. Tapi ini jangan sekadar retorika politik," kata Akhmad Muzakki.

Ia mengatakan, tidak ada kata terlambat bagi parpol-parpol Islam sebagai pihak yang akan sangat dirugikan oleh penguatan fenomena golput untuk mempercantik diri. "Belajarlah dari Partai Gerindra-nya Prabowo Subianto karena tren popularitas partai baru ini terus menaik."

Kenaikan popularitas Partai Gerindra itu, lanjut Muzakki, tidak bisa dilepaskan dari program-programnya yang pro-rakyat.

"Yang paling menyentuh adalah bagaimana petani dicoba diberdayakan ekonominya. Gerindra juga bicara tentang nelayan dan seterusnya. Kemasan iklan partai ini pun bagus," katanya.

Kasus Partai Gerindra ini menjadi cermin dari "tidak adanya kata terlambat" bagi parpol-parpol Islam untuk segera mempercantik diri, sebagai upaya meminimalisir kehadiran golput dalam pemilihan kepala daerah maupun Pemilu 2009, katanya.

Upaya membenahi kinerja dan program-program konkrit parpol yang pro-rakyat dan pemerintahan yang bersih itu juga akan menolong parpol-parpol Islam terhindar dari kemerosotan jumlah pemilih, karena konstituen parpol-parpol Islam cenderung lebih cair daripada parpol nasionalis.

"Konstituen parpol nasionalis itu lebih `firm` (teguh). Mereka pun cenderung lebih ideologis dibandingkan konstituen parpol Islam, walaupun faktor ideologi dalam konteks ini tidak lagi murni ideologi semata, tetapi dibungkus oleh kepentingan material," katanya.


Saling memangsa

Dalam konteks ini, tingkat kekokohan sikap pemilih ideologis turut dipengaruhi oleh kinerja dan program parpol yang menyentuh hajat hidup rakyat. Hanya saja, kecenderungan yang ada menunjukkan ideologi pemilih dari pasar partai nasionalis lebih kokoh dari partai-partai Islam.

"Sejarah pun membuktikan bahwa beragam partai-partai Islam cenderung saling memangsa satu sama lain, tetapi mereka tidak pernah memangsa pasar partai nasionalis. Karakternya sudah seperti itu, dan pasar tetap parpol Islam lebih gampang ditarik untuk berpindah ke partai nasionalis," katanya.

Dalam kondisi demikian, menguatnya fenomena golput jelas merupakan ancaman bagi parpol-parpol Islam, namun mendorong-dorong MUI untuk mengeluarkan fatwa haram bagi Muslim yang tidak memilih bukan solusi.

"Dalam Islam juga tidak ada aturan baik secara teks maupun pengalaman kesejarahan masyarakat Islam dalam babakan waktu yang lama yang kira-kira lalu bermuara pada kesimpulan bahwa memberikan suara (voting) itu wajib. Tidak ada itu, apalagi penting untuk dicamkan kembali bahwa ini masalah politik, bukan agama," katanya.

Dalam pandangan Akhmad Muzakki, nurani rakyat pun tidak bisa dibodohi oleh elit politik dengan fatwa, karena rakyat sudah semakin pintar membedakan masalah yang murni agama dan kepentingan politik.

"Yang akan selalu dilihat dan dijadikan acuan oleh publik adalah konsistensi. Kalau dari awal sebuah fatwa sudah tidak otentik dimana pertama bilang haram dan kemudian bilang halal seperti dalam kasus fatwa tentang presiden perempuan beberapa tahun lalu, publik pasti akan mencibir," katanya.

Menjawab pertanyaan apakah sistem Australia yang mewajibkan warga negara yang memiliki hak pilih untuk memilih (compulsory voting) bisa diterapkan di Indonesia, ia berpendapat, sistem tersebut tidak mudah diterapkan di Indonesia karena jumlah penduduknya yang besar.

"Kalau di Australia gampang karena dari 21 juta jiwa penduduknya, yang punya hak pilih sekitar 60 persen. Kalau tidak ada `compulsory voting`, justru riskan buat Australia karena jumlah penduduknya yang kecil. Dalam hal ini, Australia tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia."

Untuk kasus Pemilu Amerika Serikat, angka partisipasi rakyatnya dalam Pemilu sebesar 60 persen saja sudah dianggap sebagai pencapaian yang baik. Untuk kasus Indonesia, solusi efektif untuk menekan jumlah golput tiada lain adalah penguatan profesionalisme dan kinerja serta program-program parpol, khususnya parpol Islam.

Para pengelola parpol diminta untuk bercermin diri karena banyak anggota masyarakat kecewa dengan kinerja pemegang kekuasaan politik di pusat dan daerah. "Buruknya kinerja para penguasa adalah juga cerminan dari rendahnya kinerja parpol sebagai pihak yang menciptakan para pemain di kekuasaan itu," katanya.

Salah satu lini yang perlu dibenahi itu adalah kaderisasi. "Sayangnya, partai Islam justru tidak punya karakter kuat sebagai partai kader. Kondisi ini terjadi di semua level baik di daerah maupun pusat."

Kecenderungan lebih parah yang belakangan muncul adalah partai politik bisa dibeli dengan uang melalui apa yang sekarang dikenal dengan istilah uang mahar, kata Muzakki menambahkan.

Poros Tengah Jilid II Terganjal Kongsi Parpol Islam dan Penguasa

Wacana Poros Tengah jilid dua yang digulirkan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, sebagai alternatif dalam mencari pemimpin nasional tahun 2009 akan sulit diwujudkan seperti 1999, akibat masih kuatnya kongsi sejumlah partai politik Islam dengan gerbong parpol penguasa saat ini.

"Poros Tengah adalah lagu lama yang diputar lagi. Untuk konteks 2009, bagaimana mungkin koalisi ini akan terbentuk dengan kukuh seperti 1999 di tengah kongsi parpol Islam dengan kekuatan parpol penguasa sekarang (Partai Demokrat-red.)," kata akademisi Indonesia di Universitas Queensland (UQ), Akhmad Muzakki.

Kepada ANTARA di Brisbane, Minggu, dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya yang sedang merampungkan studi doktornya di UQ itu mengatakan, ketidakyakinan dirinya pada terwujudnya koalisi Poros Tengah jilid dua di antara parpol-parpol Islam ditopang oleh kenyataan parpol Islam yang masuk gerbong pendukung pemerintah saat ini.

"Sebagai contoh PPP. Kubu Muslimin Indonesia (MI) akan tetap mencoba berada di belakang Susilo Bambang Yudhoyono karena mereka sudah yakin bahwa mereka akan dapat jabatan di kabinet. Apakah kemudian pada 2009 mereka mau melakukan formulasi ulang? Saya tidak yakin," katanya.

Ia pun tidak yakin bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) di dalam PPP yang diwakili Suryadharma Ali dan kekuatan MI yang diwakili Bachtiar Chamsyah akan tarik-menarik karena kedua tokoh ini sedang "solid-solidnya". Mereka cenderung akan mempertahankan yang sudah ada daripada membangun koalisi baru yang belum jelas.

"Tesis politik kekuasaan di Indonesia masih dimaknai sebagai `kalau saya memberi apa, saya dapat apa. Dalam konteks inilah mereka tampaknya akan lebih nyaman tetap berada di dalam gerbong Susilo Bambang Yudhoyono."

Lebih daripada itu, Presiden Yudhoyono sendiri merupakan sosok yang sangat hati-hati dan tidak mencoba berkonflik dengan parpol-parpol pendukungnya, sehingga sikap status quo cenderung dipilih parpol Islam yang kini berada di gerbong pemerintah yang kini berkuasa, katanya.

Menurut Akhmad Muzakki, pemunculan kembali isu Poros Tengah tidak lebih dari sekadar "test case" (coba-coba) saja untuk menaikkan profil orang-orang semacam Din Syamsuddin untuk kepentingan "jualan politik" 2009.

Terkait dengan kepentingan politik Muslim Indonesia, ia mengatakan, "sangat salah kalau kepentingan mereka itu direpresentasikan secara terbatas melalui partai Islam".

Pandangan semacam ini cenderung menyesatkan karena siapa yang bisa menolak fakta bahwa para petinggi parpol nasionalis yang duduk di lapisan pertama dan kedua seperti Partai Golkar dan yang paling ekstrim sekalipun, PDIP, bukan aktivis Islam atau paling tidak mereka adalah orang Islam.

"Jadi, menurut saya, tidak ada kaitan bicara kepentingan masyarakat Islam kemudian ditarik garis lurus dan simetris dengan partai-partai Islam. Dalam masalah Poros Tengah, keberhasilannya tahun 1999 tidak dapat dilepaskan dari adanya kekuatan besar yakni Golkar dan PDIP yang saling berhadapan," katanya.

Ketika itu, posisi berhadapan kedua kekuatan besar ini tidak memiliki dukungan berupa koalisi dengan kubu parpol Islam. Kondisi inilah yang kemudian dilihat kubu parpol Islam sebagai peluang untuk menawarkan alternatif lain karena pada saat itu mereka belum bisa memastikan diri untuk menjadi kongsi politik dari kekuatan itu.

Namun seiring berjalannya waktu, Poros Tengah 1999 juga menghadapi kendala akibat pembagian kue kekuasaan yang tidak merata dan masing-masing tokoh Islam menjadi "raja kecil" di wilayahnya kekuasaannya masing-masing, katanya.

Pada Sidang Umum MPR-RI tahun 1999, kubu koalisi partai Islam yang tergabung dalam Poros Tengah berhasil mendudukkan Abdurrahman "Gus Dur" Wahid sebagai presiden dengan mengalahkan dua calon terkuat, BJ Habibie (Golkar) dan Megawati Soekarnoputri (PDIP).

Namun, adalah juga kubu Poros Tengah yang dimotori tokoh reformasi, Amien Rais, yang melengserkan Gus Dur dari kursi kepresidenan tahun 2001. Gus Dur kemudian digantikan Megawati Soekarnoputri.

Tawaran Program Beasiswa Huygens dari Radboud University Nijmegan-Netherlands

Radboud University Nijmegan menawarkan program “Huygens Scholarships Programme” bagi pelajar yang berminat untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas di Belanda. Huygens Scholarship Programme merupakan sebuah program beasiswa yang diberikan oleh Menteri Pendidikan, Ilmu dan Budaya Belanda untuk tahun akademik 2009-2010.

The HSP Huygens Programme membuka kesempatan kepada pelajar yang memiliki bakat dan keinginan untuk menempuh pendidikan di Belanda, dan berusia maksimal 35 tahun dari seluruh negara. Kesempatan ini terbuka, baik untuk yang sedang menyelesaikan program sarjana (S-1) tingkat akhir, maupun yang sedang menyelesaikan program Master (S-2). Pendidikan juga bisa dilakukan dalam bentuk penelitian dan atau program Master (S-2) serta ditempuh dalam jangka waktu sampai 2 tahun.

Sebagian dari dana pendidikan secara keseluruhan akan diberikan bagi pelajar terbaik yang mengikuti program bahasa dan literatur Belanda, atau program bahasa dan budaya Belanda (Neerlanddistiek). Selanjutnya panitia seleksi yang telah ditunjuk oleh Menteri Pendidikan, Ilmu dan Budaya Belanda akan memilih kandidat yang memenuhi syarat untuk program beasiswa Huygens.

Untuk syarat-syarat dan formulir lamaran atau informasi lebih lanjut mengenai Huygens Programme bisa kunjungi http://www.nuffic.nl/hsp/.

Lamaran untuk Program Beasiswa Huygens paling lambat tanggal 1 Februari 2009. Informasi lebih lanjut mengenai Radboud University Nijmegen bisa melihat di http://www.ru.nl/io/english.

AKSI BEM ITS TERHADAP BHP

Aksi Penolakan Pengesahan UU BHP




Pada tanggal 17 Desember 2008, DPR RI mengadakan rapat untuk pengesahan beberapa Rancangan Undang-Undang. Salah satu keputusan rapat paripurna tersebut adalah mengesahkan RUU Badan Hukum Pendidikan (BHP) menjadi UU BHP. Sejak awal penyusunan RUU BHP, Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember telah menolak RUU BHP dengan memperhatikan bahwa RUU BHP akan memperlancar privatisasi dan komersialisasi pendidikan di Indonesia, selain itu biaya pendidikan Indonesia pun akan ikut terpengaruh.

Pada UU BHP yang telah disahkan masih terdapat beberapa pasal yang dirasakan masih tidak berpihak pada kepentingan pendidikan nasional. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan BEM ITS, antara lain :

1. Pemerintah memiliki tanggung jawab yang paling besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Sementara pada UU BHP aturan tentang pembiayaan pendidikan masih mengizinkan pembiayaan lebih banyak dibebankan kepada pihak selain pemerintah.

2. Kebijakan-kebijakan akademik seharusnya mendapat perhatian kontrol yang ketat pemerintah. Sementara pada UU BHP, kurikulum disusun secara otonom, sehingga kontrol pemerintah akan banyak berkurang.

3. UU BHP mengatur tentang pembubaran BHP jika dinyatakan pailit. “Bangkrut” tentu saja kata yang tidak pantas disematkan pada penyelenggara pendidikan. Tidak bisa dibayangkan jika suatu saat ada sebuah institusi pendidikan dinyatakan ditutup karena tidak mampu menutupi pembiayaan. Maka pada hari ini Tanggal 18 Desember 2008 jam 09.00 BEM ITS- kembali turun ke jalan di Grahadi – Gedung DPRD Kota Surabaya untuk menyatakan sikap tegas MENOLAK UU BHP !!! Pada aksi kali ini akan disebar pers release aksi ke masyarakat, agar masyarakat mengetahui sikap tegas mahasiswa Surabaya terhadap UU BHP, selain itu akan ada teatrikal yang memperlihatkan anggota DPR yang tidak mendengarkan teriakan-teriakan mahasiswa dan masyarakat untuk tidak mengesahkan RUU BHP dan pada akhirnya anggota DPR itupun mengesahkan RUU BHP karena kepentingan-kepentingan yang dititipkan kepada mereka .

Hidup Rakyat Indonesia !!!.

Atas Nama Keluarga Mahasiswa ITS

-Badan Eksekutif Mahasiswa ITS-

KONTAK : Aris Sofan Lutfianto (Presiden BEM ITS) 0856 333 4991

Riskal Majid (Menteri Sospol BEM ITS) 0852 4211 5277

UMK Batam 2009 Rp1,045 Juta

UMK Batam 2009 Rp1,045 Juta
Senin, 22 Desember 2008

Gubernur Kepri Ismeth Abdullah menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2009 sebesar Rp1,045 juta. Besaran UMK yang ditetapkan lebih tinggi Rp5 ribu dari usulan Wali Kota Batam sebesar Rp1,04 juta.


UMK Batam 2009 ditetapkan sesuai Keputusan Gubernur Kepri Nomor: 419 Tahun 2008 tertanggal 20 Desember 2008. Nilai UMK Batam 2009 lebih tinggi 8,89 persen dari UMK Batam 2008 sebesar Rp960 ribu. UMK berlaku bagi pekerja yang masa masa kerjanya kurang dari satu tahun.
Sedangkan, pekerja yang di atas satu tahun, upah ditetapkan melalui perundingan pekerja dan pengusaha. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri, Azman Taufik mengatakan, Gubernur menetapkan besaran UMK setelah memperhatikan usulan Wali Kota Batam dan memperhatikan kondisi dunia usaha, serta pekerja.


”Gubernur mohon maaf kalau nilai UMK yang ditetapkan tak bisa memuaskan semua pihak. Surat Keputusan Gubernur diteken Sabtu malam lalu,” kata Azman, Ahad (21/12) malam.


Kata Azman, besaran angka UMK Batam 2009 didasarkan kepada tiga hal. Pertama, kondisi industri yang sedang mengalami kesulitan penjualan akibat dampak krisis global. Kedua, hampir sebagian produksi yang orientasi ekspor mengalami penurunan permintaan yang signifikan. Dan ketiga, UMK ditetapkan untuk menjaga kelangsungan dunia usaha dan ketenangan pekerja dalam bekerja.


Gubernur, katanya menyadari keputusan yang diambil tak memuaskan pihak pekerja dan pengusaha. Pengusaha banyak mengharapkan tak ada kenaikan UMK. Namun, pengusaha diminta memahami kondisi pekerja yang harus diperhatikan kesejahteraannya. Pengusaha bisa melihat kondisi lonjakan harga sembako yang menyulitkan kehidupan pekerja. Ini terlihat dari angka inflasi selama 2008 yang rata-rata 8,8 persen.


Pekerja juga diminta bersabar angka UMK yang ditetapkan masih di bawah kehidupan hidup layak (KHL). Pasalnya, kondisi perekonomian Batam yang belum memungkinkan. ”Pengusaha dan pekerja diminta memahami kondisi ekonomi Batam saat ini,” ujarnya.


Ditanya soal adanya penolakan dari pengusaha atau serikat pekerja atas keputusan ini, Azman mengatakan, hal itu sah-sah saja. Jalurnya bisa melalui proses hukum. ”Tapi itu tak kita harapkan,” tukasnya.


Juru bicara Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) Batam, Anto Sujanto mengatakan, pihaknya menolak angka UMK Batam 2009 sebesar Rp1,045 juta. Alasannya, keputusan Gubernur bertentangan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 88 dan Pasal 89. ”Jauh dari KHL. Hanya 68,3 persen dari KHL Rp1,530 juta. Tahun lalu malah lebih tinggi 79 persen dari KHL. Kita tolak,” kata Anto, tadi malam.


Pihaknya mengkaji isi keputusan Gubernur secara hukum. Besar kemungkinan SPMI akan mem-PTUN keputusan ini. ”Tapi kita kaji dulu,” ujarnya. Gubernur dan Wako diminta bertanggungjawab atas angka UMK Batam Rp1,045 juta ini. Pasalnya, biaya kebutuhan hidup di Batam semakin melonjak. ”Harga sembako harus ditekan. Kalau UMK hanya Rp1,045 juta, harga terus melambung hidup pekerja semakin payah,” katanya.


Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Batam juga menolak besaran UMK Batam sebesar Rp1,045 juta. Sekretaris DPC SPSI Batam, Subri Widjonarko mengatakan, Gubernur Kepri tak memenuhi janjinya menetapkan UMK Batam 2009 sama dengan KHL. minimal 95 persen. ”Kita tolak. Dalam waktu dekat kita PTUN-kan,” kata Subri, tadi malam.

Sabtu, 27 Desember 2008

UU BADAN HUKUM PENDIDIKAN

Saya menyaksikan sekian banyak protes yang disampaikan temen-temen mahasiswa terkait dengan pengesahan UU BHP pada Rabu, 17 Desember 2008. Para mahasiswa secara mendasar mengkwatirkan ada lepas tanggung jawab terhadap kewajibannya jika UU BHP berisikan materi yang telah disyahkan. Tuntutan mereka adalah jangan sampai mendidik menjadi mahal. Orang miskin ndak berhak sekolah. Rakyat dibiarkan bodoh dan menderita. Yaaa, seputar ini tuntutan para mahasiswa. Akhirnya menolak dan meminta rektor juga menolaknya. Yaaa, kalau sudah ada aksi demo pasti akan terjadi korban kekerasan, korban penculikan, korban pembunuhan dan bahkan pembakaran dan lainnya. Nahhh, kayak apa sih UU BPH sehingga harus ditolak. Kalau tetap ada, seharusnya kayak apa? Saya kira masih ada ruang diskusi. DPR yang mengesahkan pasti mendengar suara kita. Lhhaaa wong, mereka itu lhooo sebentar lagi butuh kita. Masak sekarang melupakan aspirasi kita? Ayooo, gimana idialnya?

Pembatasan perguruan tinggi milik asing berdiri di negeri ini. Pembatasan atau larangan. Harus jelas saja. Di sektor perbankan telah dikuasai BCA. Sektor industri dikuasi Jepang, Korea, China dan negara lainnya. Sektor komunikasi diambil alih Sngapur dan atau negara lain. Nahhh, akankah di sektor pendidikan juga akan diambil alih. Yaaa, tuntutan kita dilarang atau di batasi pendidikan asing di negeri kita?
PTN dibuat, disetarakan dengan pengelolaan swasta atau yayasan sehingga menjadi mahal. Mungkin hal ini yang menjadikan para mahasiswa protes. Yaaa, tuntutannya adalah pendidikan gratis hingga perguruan tinggi. Jangan sampai biaya penyelenggaraan pendidikan tinggi dibebankan kepada mahasiswa. Ingat mahasiswa terbanyak dari kaum miskin. Karena dalam pasal itu warga miskin yang boleh sekolah hanya dua puluh persen saja. Inilah pesan yang ingin disampaikan oleh para mahasiswa.
UU BHP akan memungkinkan adanya intervensi asing terhadap karakter, akhlak, budaya dan arah pembentukan sosok generasi kita. Mahasiswa akan menjadi pemimpin bangsa, masak para calon pemimpin bangsa didik oleh para bangsa penjajah?
Komersial, bisnis dan memperdagangkan pendidikan lewat murid dan mahasiswa. Bagaimana Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan maju jika ada komersial pendidikan oleh negara?

Saya kira harus didengar suara para mahasiswa tersebut. Bagaimana jadinya generasi muda saat kita jika tidak bisa kuliah hanya karena tidak memiliki kemampuan finasial?

Kamis, 11 Desember 2008

SEKELOMPOK ORANG BUTA MAIN GOLF

Suatu pagi, seorang pendeta, dokter dan insinyur menunggu giliran untuk menggunakan lapangan golf. Saat ini lapangan sedang dipakai oleh sekelompok pemain golf yang lamban.

Sang insinyur menggerutu, "Ada apa dengan mereka? Kita pasti sudah menunggu selama lima belas menit."

Si dokter sependapat, "Aku tak tahu, tapi aku belum pernah melihat pemain golf yang aneh seperti mereka!"

Si pendeta berkata, "Itu dia tukang kebunnya. Ayo kita tanya dia."

"Mas, Ada apa sih dengan dengan para pemain golf di sana itu? Mereka lamban sekali!" tanya si insinyur.

"Mereka adalah sekelompok petugas pemadam kebakaran yang buta. Mereka buta saat menyelamatkan gedung perkumpulan kami tahun kemarin, jadi kami membiarkan mereka bermain golf kapanpun mereka mau," kata si tukan kebun.

Pendeta, insinyur dan dokter itu terdiam sejenak.

Si pendeta akhirnya berkata, "Kasihan sekali mereka. Aku rasa aku akan berdoa secara khusus untuk mereka malam ini."

Si dokter berkata, "Ide yang bagus. Aku akan memghubungi temanku yang dokter spesialis mata dan mencari tahu apa yang bisa dilakukannya untuk mereka."

Si insinyur berkata, "Huhh, mereka kan buta, kenapa mereka tidak main golf di malam hari saja, sih?"

TERLAMBAT MEMBERI PERTOLONGAN

Seorang insinyur muda yang baru lulusdari fakultasnya ikut TKS Butsi di pedalaman Kalimantan unutk membuka hutan yang akan di jadikan pemukiman bagi para transmigran.

Pada saat dia sedang menghitung luas lahan dengan kalkulatornya, seorang pekerja kasar nggak lulus SD tergopoh-gopoh menghampirinya.

"Pak Insinyur, si Kamal ketiban pohon besar!" lapornya.

"Sebesar apa pohonya? Tingginya berapa? Diameter berapa? Jatuh dari ketinggian berapa? Posisinya bagaimana? Posisinya si Kamal dan dia sedang apa? Apakah dibawahnya ada pohon lain atau padang rumput? Ada air tidak disana?" tanya insinyur itu.

"Bapak lihat sajalah sendiri. Atau kami tolong segera?"

"Jangan bertindak apapun tanpa komando saya!" kata Sang Insinyur sambil bergegas menuju tempat kejadian. Ia segera memerintahkan mengukur panjang pohon yang menimpa Kamal, diameter kayunya, ketinggian tanahnya, kecepatan angin pada waktu itu, dan menyelidiki keadaan tanah di sekitarnya, apa penyebab kecelakaan tersebut, dan yang terakhir, dia segera membentuk Panitia Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Si Kamal (Panitia P3KSK) dengan tema:

"Dengan kecelakaan si Kamal kita tingkatkan persatuan dan kesatuan bangsa." Maka Kamal pun mati sebelum Sang Insinyur berhasil mengukur diameter kayu yang menimpa Kamal.

Senin, 20 Oktober 2008

PTN DI INDONESIA

PT Negeri di Indonesia
MONDAY, 20 OKTOBER 2008
Sumatera

Nanggroe Aceh Darussalam

* Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
* Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe
* Politeknik Negeri Lhokseumawe, Lhokseumawe

Sumatera Utara

* Universitas Sumatera Utara, Medan
* Universitas Negeri Medan, Medan
* Politeknik Negeri Medan, Medan

Sumatera Barat

* Universitas Andalas, Padang
* Universitas Negeri Padang, Padang
* Politeknik Negeri Padang, Padang
* Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Payakumbuh
* Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang, Padang Panjang

Riau

* Universitas Riau, Pekanbaru

Kepulauan Riau

* Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

Jambi

* Universitas Jambi, Jambi

Bengkulu

* Universitas Bengkulu, Bengkulu

Sumatera Selatan

* Universitas Sriwijaya, Palembang
* Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang

Lampung

* Universitas Lampung, Bandar Lampung
* Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung
* Akademi Penilik Kesehatan Lampung, Bandar Lampung
* Akademi Perawat Kesehatan Lampung, Bandar Lampung

Jawa

Banten

* Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang

DKI Jakarta

* Universitas Indonesia
* Universitas Negeri Jakarta
* Universitas Terbuka
* Politeknik Negeri Jakarta
* Politeknik Tugu Jakarta
* Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Jawa Barat

* Universitas Padjadjaran, Bandung
* Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
* Institut Pertanian Bogor, Bogor
* Institut Teknologi Bandung, Bandung
* Politeknik Manufaktur Bandung, Bandung
* Politeknik Negeri Bandung, Bandung
* Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, Bandung

Jawa Tengah

* Universitas Diponegoro, Semarang
* Universitas Negeri Semarang, Semarang
* Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
* Universitas Sebelas Maret, Surakarta
* Politeknik Negeri Semarang, Semarang
* Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta, Surakarta

DI Yogyakarta

* Universitas Gadjah Mada
* Universitas Negeri Yogyakarta
* Institut Seni Indonesia Yogyakarta
* Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
* Universitas Teknologi Yogyakarta

Jawa Timur

* Universitas Airlangga, Surabaya
* Universitas Negeri Surabaya, Surabaya
* Universitas Brawijaya, Malang
* Universitas Negeri Malang, Malang
* Universitas Jember, Jember
* Universitas Trunojoyo, Bangkalan, Madura
* Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
* Politeknik Negeri Jember, Jember
* Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya
* Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Surabaya
* Politeknik Negeri Malang, Malang

Bali dan Nusa Tenggara

Bali

* Universitas Udayana, Denpasar
* Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja
* Politeknik Negeri Bali, Kuta-Badung
* Institut Seni Indonesia Denpasar, Denpasar

Nusa Tenggara Barat

* Universitas Mataram, Mataram
Nusa Tenggara Timur
* Universitas Nusa Cendana, Kupang
* Politeknik Negeri Kupang, Kupang
* Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Kupang
Kalimantan
Kalimantan Barat
* Universitas Tanjungpura, Pontianak
* Politeknik Negeri Pontianak, Pontianak
Kalimantan Tengah
* Universitas Palangka Raya, Palangka Raya
Kalimantan Selatan
* Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
* Politeknik Negeri Banjarmasin, Banjarmasin
Kalimantan Timur
* Universitas Mulawarman, Samarinda
* Politeknik Negeri Samarinda, Samarinda
* Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Samarinda
Sulawesi
Sulawesi Utara
* Universitas Sam Ratulangi, Manado
* Universitas Negeri Manado, Manado
* Politeknik Negeri Manado, Manado
Gorontalo
* Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo
Sulawesi Tengah
* Universitas Tadulako, Palu
Sulawesi Selatan
* Universitas Hasanuddin , Makassar
* Politeknik Negeri Makassar, Makassar
* Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Pangkajene Kepulauan
* Universitas Negeri Makassar, Makassar
Sulawesi Tenggara
* Universitas Haluoleo, Kendari
Maluku dan Papua
Maluku
* Universitas Pattimura, Ambon
* Politeknik Negeri Ambon, Ambon
* Politeknik Perikanan Negeri Tual, Tual
Maluku Utara
* Universitas Khairun, Ternate
Irian Jaya Barat dan Papua
* Universitas Cendrawasih, Jayapura
* Universitas Negeri Papua, Manokwari

EYD

1. Ejaan van Ophuijsen
Pada tahun 1901 ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin, yang disebut Ejaan van Ophuijsen, ditetapkan. Ejaan tersebut dirancang oleh van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah sebagai berikut.
Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma'moer, 'akal, ta', pa', dinamai'.
2. Ejaan Soewandi
Pada tanggal 19 Maret 1947 ejaan Soewandi diresmikan menggantikan ejaan van Ophuijsen. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan ejaan Republik. Hal-hal yang perlu diketahui sehubungan dengan pergantian ejaan itu adalah sebagai berikut.
Huruf oe diganti dengan u, seperti pada guru, itu, umur.
Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k, seperti pada kata-kata tak, pak, maklum, rakjat.
Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti anak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seperti kata depan di pada dirumah, dikebun, disamakan dengan imbuhan di- pada ditulis, dikarang.
3. Ejaan Melindo
Pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan itu.
4. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagai patokan pemakaian ejaan itu.
Karena penuntun itu perlu dilengkapi, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972, No. 156/P/1972 (Amran Halim, Ketua), menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah.
Pada tahun 1987 kedua pedoman tersebut direvisi. Edisi revisi dikuatkan dengan surat Putusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987.
Beberapa hal yang perlu dikemukakan sehubungan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah sebagai berikut.1. Perubahan Huruf
Ejaan Soewandi
Ejaan yang Disempurnakan
dj
djalan, djauh
j
jalan, jauh
j
pajung, laju
y
payung, layu
nj
njonja, bunji
ny
nyonya, bunyi
sj
isjarat, masjarakat
sy
isyarat, masyarakat
tj
tjukup, tjutji
c
cukup, cuci
ch
tarich, achir
kh
tarikh, akhir
2. Huruf-huruf di bawah ini, yang sebelumnya sudah terdapat dalam Ejaan Soewandi sebagai unsur pinjaman abjad asing, diresmikan pemakaiannya.
f
maaf, fakir
v
valuta, universitas
z
zeni, lezat
3. Huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai
a : b = p : q Sinar-X
4. Penulisan di- atau ke- sebagai awalan dan di atau ke sebagai kata depan dibedakan, yaitu di- atau ke- sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan di atau ke sebagai kata depan ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.
di- (awalan)
di (kata depan)
ditulis
di kampus
dibakar
di rumah
dilempar
di jalan
dipikirkan
di sini
ketua
ke kampus
kekasih
ke luar negeri
kehendak
ke atas
5. Kata ulang ditulis penuh dengan huruf, tidak boleh digunakan angka 2.
anak-anak, berjalan-jalan, meloncat-loncat

Minggu, 12 Oktober 2008

MENCARI SESUATU YANG HILANG

Terdengar bunyi letusan. Tepat ketika aku sedang berada di kolong tempat tidur mencari sesuatu yang mungkin terjatuh tadi malam. Sesuatu itu telah kugenggam tadi malam. Juga telah kusimpan. Aku ingat aku telah menyimpannya. Pagi ketika aku terjaga sesuatu itu menghilang. Aku mencarinya di bawah kolong tempat tidurku. Bunyi letusan itu mengejutkanku. Membuat kepalaku terantuk ranjang. Kuraba bagian kepalaku yang terasa sakit. Tidak ada darah. Hanya rasa sakit, tak lama lagi pasti akan muncul benjolan.
Aku masih dibawah kolong tempat tidur. Mencari milikku yang telah kugengam tadi malam. Suara kakakku mengejutkanku, menanyakan apa yang sedang kucari. Aku tidak mendengar langkah kakinya menaiki tangga. Aku juga tidak mendengar ketika ia membuka pintu kamarku. Telingaku menjadi tuli karena aku mencari sesuatu yang tadi malam telah kupegang. Kepalaku juga telah terantuk untuk kedua kalinya gara-gara aku mencari sesuatu yang hilang tadi malam.
Setelah sekian kali aku mencari di kolong tempat tidur itu dan tak juga ketemu. Aku menjadi ragu. Benarkah ia jatuh tadi malam. Mungkinkah ia menghilang melalui jendela dan kini entah berada dimana. Aku harus sudahi pencarian di kolong tempat tidur. Jika kuteruskan mungkin akan ada lebih dari dua benjolan di kepalaku. Aku mandi dan kemudian pergi. Berharap kutemukan milikku di suatu tempat.
Aku mulai dari gang-gang sempit, becek dan sedikit bau. Aroma masakan tercium dari rumah-rumah yang kulalui. Para ibu pasti sedang mempersiapkan sarapan buat anaknya yang sekolah dan suaminya yang akan berangkat kerja.
Di sebuah warung di mulut gang aku berhenti. Memesan teh hangat dan nasi pecel. Dua orang laki-laki telah ada di situ. Di hadapan mereka dua piring bekas nasi pecel. Secara tak sengaja mata kami beradu. Aku tersenyum. Demikian pula dua orang laki-laki itu. Mereka tersenyum kepadaku.
Tak lama kemudian kami telah terlibat pembicaraan yang sama-sama membuat kami nyaman. Tanpa sadar kuceritakan tentang sesuatu yang menganggu hatiku. Tentang milikku yang tiba-tiba hilang setelah aku yakin telah memegangnya. Dua orang itu serius memperhatikan setiap kata yang kuucapkan. Dan akhirnya dengan sadar kuceritakan semua tanda yang pernah kuterima. Tentang sebuah simbol yang tiba-tiba muncul dalam tidurku. Tentang sebuah keyakinan dan keinginan yang kuat. Sebegitu kuatnya sehingga aku tak sanggup lagi memikulnya sendirian.
Mereka mengatakan ada hutan di daerah selatan. Mereka menyebutnya Alas Purwo. Mereka menyuruhku untuk pergi ke sana. ”dalam kesendirian semua pertanyaan akan terjawab” kata mereka. Aku tidak mempercayai hal itu. Atau lebih tepatnya aku tidak ingin mempercayainya karena aku tidak ingin pergi terlalu jauh. Aku katakan kepada mereka bahwa tidak mungkin dalam waktu satu malam milikku telah berada di tempat yang sangat jauh. ”ia tidak berjalan. Ia pergi bersama angin” kata mereka.
Aku bersiap-siap untuk meninggalkan warung itu. Mereka meminta waktuku beberapa menit dan mengatakan bahwa aku tidak akan pernah bisa memegangnya. ”bukan begitu cara untuk memilikinya” kata mereka.
Kutinggalkan dua orang itu. Aku berjalan di trotoar. Udara terasa pengap, bau asap, comberan. Teriakan para kernet. Bunyi klakson mobil yang terus berbunyi, seolah-olah dirinya orang yang paling penting yang harus segera diberi jalan. Kota besar memang selalu seperti ini. Menyesakkan dan sedikit memuakkan. Tak peduli pagi, siang atau malam.
Aku berdiri di halte, seperti orang-orang yang lain. Ketika orang-orang itu naik bis kota, aku juga ikut naik. Di dalam bis hampir semua kursi telah terisi. Aku bersama orang-orang yang tadi telah berdiri di halte, kini harus terus berdiri di dalam bis kota. Di halte kami mencium aroma comberan, di dalam bis kota kami mencium aroma keringat dan kejahatan para tukang copet. Beberapa saat kemudian seseorang di dekatku berteriak. Mobil berhenti. Orang itu turun dan aku mengantikan tempat duduknya. Di sampingku seorang perempuan. Ia memakai kaos ketat berwarna kuning. Dadanya besar. Sangat besar bahkan. Ketika aku duduk ia tersenyum kepadaku dan aku membalasnya. Sepertinya ia bisa menjadi perempuan yang menarik jika berada ditangan yang tepat, atau jika ia tahu bagaimana membuat dirinya menarik. Barangkali ia pikir dengan memakai kaos ketat ia telah cukup menarik. Sepertinya ia baru datang dari kampung.
Di depan Tunjungan Plaza bis berhenti. Sebagian besar penumpang turun, termasuk perempuan yang ada di sampingku. Akhirnya aku ikut turun juga. Aku ikuti saja orang-orang yang berjalan di depanku. Akhirnya aku sampai di dalam dan telah memilih-milih baju perempuan.
Seorang perempuan berseragam menghampiriku dan membantuku memilih-milih baju.
”bajunya untuk siapa mas” tanya perempuan itu.
”hari ini teman saya ulang tahun. Kulitnya sedikit lebih putih dari kulit saya. Dia pake jilbab. Jadi saya harus belikan baju lengan panjang”
”tingginya seberapa mas”
”kurang lebih setinggi saya. Badannya ramping”
Setelah membayar di kasir aku bermaksud untuk naik ke lantai enam, tetapi kubatalkan karena suara-suara dari masjid mulai terdengar. Jika bukan hari jum’at mungkin aku bisa sempatkan untuk nonton film dulu. Aku berjalan keluar dengan agak terburu-buru.
Di pintu keluar aku bertemu kembali dengan perempuan yang tadi duduk di sebelahku. Aku tersenyum dan ia membalasnya. Kali ini dadanya menganggu mataku, juga menganggu leherku. Membuatku tak berkedip dan tak juga mengalihkan pandangan. Ada perasaan risih dan nafsu, juga malu ketika perempuan itu tahu aku terus menatapnya. Menatap ke arah dadanya. Kudengar lagi suara-suara dari masjid. Aku mengalihkan pandangan. Berjalan mencari sumber suara yang paling dekat.
Sesampainya di masjid aku tidak langsung masuk kedalam. Aku memilih bersandar di tiang besar tidak jauh dari pintu masuk. Aku teringat kembali milikku yang hilang tadi malam. Menyesali keteledoranku tadi malam. Jika saja aku tidak tidur pasti milikku itu kini masih kugenggam.
”ada apa anak muda” seorang laki-laki yang memakai kopiah haji mendekatiku. Rupanya ia melihatku melamun.
”tidak baik melamun di masjid” kata laki-laki itu. Kemudian ia menyuruhku berwudhu dan sesudah itu ia memintaku untuk melakukan sholat sunah.
”jika tidak terburu-buru, ba’da sholat jum’at kita bisa bicara” kata laki-laki itu.
Sebenarnya aku tidak bermaksud menunggu laki-laki yang memakai kopiah haji itu, tetapi karena aku tidak juga meninggalkan masjid setelah selesai sholat jum’at laki-laki itu beranggapan aku menunggunya. Ia menemuiku dan menceritakan cerita-cerita yang pernah kudengar dari guru agama di sekolah. Sebenarnya aku bermaksud untuk bisa numpang tiduir siang di masjid. Sepertinya keinginanku tidur siang batal. Laki-laki itu mengira aku perlu bantuan sehingga ia terus berada di sampingku dengan cerita-cerita yang pernah kudengar sebelumnya.
Karena aku bosan mendengarkan cerita yang itu-itu juga akhirnya aku menceritakan tentang milikku yang hilang tadi malam. Rupanya ia serius sekali mendengarkannya. Tak sekalipun ia berusaha memotong ceritaku. Aku tahu ia tidak sedang berpura-pura mendengarkan. Setelah aku selesai bercerita ia mentakan sesuatu yang juga sering kudengar sebelumnya.
”tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang terjadi secara kebetulan. Semua ada yang mengatur. Kita manusia hanya bisa berusaha. Keputusan akhir ada di tangan Allah SWT. Jika Dia menghendaki sesuatu itu menjadi milikmu ia akan menjadi milikmu. Tidak ada yang sulit bagiNya. Berdoalah kepadaNya. Dia akan memberikan yang terbaik”
Ternyata laki-laki itu tidak benar-benar mendengarkan ceritaku, atau mungkin ia mengalami masalah untuk memahami sesuatu. Ia tidak benar-benar mengerti apa yang telah aku ceritakan padanya. Dengan berlagak terburu-buru aku mengatakan kepada laki-laki itu bahwa aku harus segera pergi. Aku pergi menghilangkan kekesalanku pada laki-laki itu. Kekesalan pada diriku sendiri yang dengan mudah menceritakan sesuatu yang belum tentu semua orang bisa paham.
Menjelang magrib aku telah sampai di mulut gang sempit tempat tadi pagi aku sarapan. Dua orang yang tadi menyuruhku pergi ke Alas Purwo masih berada di warung itu. Mereka memanggilku dan menanyakan apakah aku telah pergi ke Alas Purwo.
”terlalu jauh pak” kataku
Kemudian mereka menawarkan diri mengantarkanku ke orang pintar. Mereka tidak meminta bayaran. Mereka hanya minta dibayarin makan malam dan ongkos taksi.
”kita bisa pergi malam ini. Lebih cepat lebih baik”
Sekitar jam tujuh kami berangkat ke rumah orang pintar. Kira-kira satu jam kemudian kami telah sampai di depan sebuah rumah, di komplek perumahan elit. Pintu gerbangnya dijaga oleh satpam dan anjing besar. Kami masuk ke dalam rumah dan disambut oleh seorang perempuan separuh baya. Perempuan itu mempersilahkan kami duduk. Kemudian ia memperkenalkan diri. Aku tidak banyak berbicara. Dua orang laki-laki yang mengantarku saling bergantian berbicara kepada perempuan itu. Dari cara mereka berbicara, sepertinya mereka sudah saling mengenal sebelumnya.
Kemudian tibalah akhirnya perempuan itu menanyakan sesuatu yang menganggu pikiranku. Aku bingung bagaimana mengatakannya. Aku tidak ingin mengatakannya sendiri. Aku tadi berharap bahwa dua orang laki-laki yang mengantarku untuk mewakili berbicara, karena aku sudah menceritakan semuanya kepada dua orang itu. Tetapi dari dua orang itu tidak ada tanda-tanda untuk membantuku berbicara, bahkan salah seorang diantara mereka memberi isyarat kepadaku untuk segera berbicara.
”Saya kehilangan kata-kata. Hari ini teman saya ulang tahun. Saya ingin menemukan kembali kata-kata itu” kataku.
Perempuan itu diam menungguku melanjutkan, tetapi aku tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. Aku hanya ingin kata-kata yang kugengam tadi malam kembali. Perempuan itu masih diam, menungguku.
”kata-kata itu milik saya” kataku lagi.
Perempuan itu menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskanya perlahan.
”kata tidak pernah hilang” katanya.
”kata tidak pernah dimiliki oleh siapapun”
Perempuan itu diam sesaat. Perempuan itu sangat berhati-hati dalam mengucapkan kata-katanya. Setiap selesai mengucapkan satu kalimat ia selalu diam beberapa saat.
”kata tidak lagi menjadi penting ketika jiwa bersatu”
”ketika hati saling terpaut, kata-kata tidak lagi diperlukan”
”kata hanyalah sebuah awal”
Kemudian ia diam dengan waktu yang lebih lama dari sebelumnya
”kamu telah melampaui kata-kata, kamu tidak lagi memerlukan kata-kata”
”tindakan melebihi kata-kata. Pikiran lebih dalam dari kata-kata. Senyuman lebih agung dari kata-kata. Bahkan tatapan matapun jauh lebih berarti dari kata-kata. Kamu tidak pernah kehilangan kata-kata. Dan kalaupun hilang, biarkan saja kata-kata itu hilang. Karena kamu memiliki sesuatu yang lebih dari kata-kata”